Berkomunikasi dengan Autis di Rumah
Berkomunikasi adalah kesulitan besar bagi individu dengan autisme
Bukan hanya bisa berbicara, tetapi memahami kata-kata yang diarahkan kepada mereka. Keluarga dapat mengalami frustrasi meningkat menjadi kemarahan ketika mereka tidak bisa berkomunikasi.
Tempatkan diri Anda pada tempat anak Anda. Dapatkah Anda bayangkan betapa frustrasinya harus memiliki semua jenis informasi, pendapat, keinginan dan kebutuhan yang beredar di pikiran Anda dan tidak dapat berkomunikasi dengan kebutuhan mereka atau pendapat untuk satu orang?
Ini adalah situasi dengan begitu banyak orang yang berhubungan dengan autisme.
Ada kata-kata dan pikiran di dalam, tapi membuat mereka kadang-kadang permukaan adalah tugas yang monumental.
Aku ingat anakku sebagai anak dari 7 ketika kami menghabiskan waktu satu tahun tinggal di Perancis. Dia berada di kelas pertama dan belajar untuk berbicara dan membaca dalam bahasa Prancis. Setelah kami ada di rumah beberapa saat, dan aku mencoba membuatnya berkomunikasi dalam bahasa Prancis, ia mendapat sedih raut wajahnya dan berkata sangat dengan susah payah dalam bahasa Perancis, “kata-kata tersebut di dalam diriku tapi aku tidak bisa mendapatkan mereka untuk keluar. ” Dia bisa bercakap-cakap dalam bahasa Inggris dan namun kehilangan komunikasi Perancis menyakitkan untuk dirinya.
Cucu perempuan saya, usia 8 tahun dan anak yang sangat terang adalah berurusan dengan autisme. Dia tampaknya memiliki pengalaman yang sama dalam semua kehidupan-tapi dia tidak pernah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi agar dia tidak mengerti hanya apa yang kurang.
Dia jelas di belakang fisik, kognitif dan perkembangan emosional termasuk memiliki kemampuan bahasa yang minimal. Dan cerah dan waspada dalam banyak cara. Namun, orang sering merespons sangat negatif terhadap dirinya dan memiliki seluruh rangkaian harapan bahwa dia tidak sanggup memenuhi. (lagi…)
1 comment November 3, 2009
Setelah Lulus Mau Kemana?
Anak autisku kini tengah berjuang menghadapi ujian nasional di sekolah umum. Bingung, khawatir, kelabakan tak dirasakan kecuali kedua orangtuanya. Bagaimana tidak, mereka bingung mau menyekolahkan di mana anak mereka? bisakah sekolah umum menerima keadaan anak mereka? Jika sekarang ini anak mereka dapat bersekolah di sekolah dasar umum itupun karena ia alumni TK di yayasan yang sama.
Setelah Lulus Mau Kemana?
3 comments Maret 6, 2009
Kegiatan Sekolah Autis
salam
kami baru mendirikan sekolah menengah pertama (SMP PLUS) TEMARA ILMU di jl gading Utama B 10 gading regency Soekarno Hatta Bandung. Sekolah kami baru mulai ajaran tahun 2008 dengan 13 anak ; 9 anak autis dan 4 anak regular. Mohon kami diberi informasi yang berkaitan dengan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan anak autis
terimakasih
Ken
@ Ken…
Hambatan anak autis pada umumnya adalah masalah sikap. Sikap dalam merespon lingkungan sosial. Oleh karena itu mencoba memberikan konsep ketrampilan hidup pada anak autis adalah hal yang penting. Tanamkan konsep kepada mereka bahwa ada orang lain yang hidup di sekitarnya. Banyak kegiatan yang bisa kita programkan. Paling tidak kita berharap dengan adanya program yang kita lakukan, anak mengalami perubahan perilaku terutama masalah sosial kemasyarakatan.
Sementara itu dulu yang dapat saya berikan.Tak banyak yang bisa saya sumbangkan selain kata.
6 comments Agustus 21, 2008
Gangguan SEnsor Motorik, Autiskah?
Tahun ini saya mempunyai murid bernama Rafi. Ia pindahan dari Jakarta. Sepintas anak ini secara fisik normal. Pun dengan IQ-nya. Sejauh pengamatan saya, anak ini mengalami hambatan menulis. Bukan berarti ia tidak bisa menulis, namun untuk ukuran usia anak kelas 3 tulisannya tak jelas terbaca.(maaf, belum bisa saya tampilkan tulisannya). Saya konfirmasi hal tersebut dengan orangtuanya. Melalui konsultasi tersebut dapat saya ketahui bahwa anak ini mengalami gangguan sensor motorik pada otak. Ia ingin menulis huruf A namun tangan tak kuasa menuliskannya. Ibarat mesin lama panasnya. Ada ketidaksinkronan antara otak dengan saraf motorik. Saya bertanya-tanya, apakah ini termasuk gejala anak autis?
Selain itu kadang emosinya meledak begitu saja. Sering ia berteriak-teriak lantang ketika berbicara,padahal kata tersebut bisa diucapkan dengan normal untuk anak seusianya. Saya bertanya, apakah ini efek dari gangguan sensor motorikanak. Analisa awal saya hanyalah jika satu saraf terkena gangguan maka akan berpengaruh kepada saraf yang lainnya. Dasar pemikiran saya tersebut adalah bahwasanya otak / saraf merupakan sebauh jaringan yang saling berhubungan. Jaringan ini saling berkorelasi satu sama lainnya. Adakah ini merupakan gejala autis?
3 comments Agustus 21, 2008
Autisnya sudah 17 tahun
Tulisan ini aku sampaikan dengan harapan dapat menjadi jawaban atas komentar Evi….
Menangani anak autis alangkah lebih baik lagi jika dilakukan sedini mungkin. Pengalaman dari teman yang mengajar di sekolah autis, dari beberapa anak autis yang ia tangani yang paling besar berusia 17 tahun. Usia 16 tahun saat masuk. Dibandingkan dengan anak usia 3 tahun, ia merasa kesulitan menangani anak yang berusia 17 tahun ini.
Bagaimana tidak, salah satu ciri anak autis ini adalah peka terhadap klingkungannya. Apa yang ia lihat, dengar maka ia lakukan tanpa ada filter didalam memutuskan perilakunya itu. Faktor luar ini menjadi sebuah konsep bertindak dan akan ia pertahankan kebenaran konsep ini. Jika konsep yang ia terima tersebut benar dan sesuai norma bukan suatu masalah. Namun ketika konsep yang ia terima tersebut melenceng jauh dari kebenaran, sungguh sulit untuk dihilangkan.Inilah yang menyebabkan kesulitan merubah perilaku anak tersebut. oleh karena itu menangani anak autis jangan ditunda-tunda. Semoga bermanfaat
3 comments Juli 31, 2008
indikasi anak autis4
Respon terhadap rangsangan
· Panik terhadap suara-suara tertentu
· Sangat sensitif terhadap suara
· Bermain dengan cahaya dan pantulan
· Memainkan jari-jari di depan mata
· Menarik diri ketika disentuh
· Sangat tidak suka dengan pakaian, makanan, atau hal-hal tertentu
· Tertarik pada pola, tekstur, atau bau tertentu
· Sangat inaktif atau hiperaktif
· Mungkin suka memutar-mutar sesuatu, bermain berputar-putar, membentur-benturkan kepala, atau menggigit pergelangan
· Melompat-lompat atau mengepak-ngepakan tangan
· Tahan atau berespon aneh terhadap nyeri
3 comments Mei 22, 2008
indikasi anak autis3
Hubungan dengan lingkungan
· Bermain repetitif atau diulang-ulang
· Marah dan tidak menghendaki perubahan
· Berkembangnya rutinitas yang kaku
· Memperlihatkan ketertarikan yang sangat pada sesuatu dan tidak fleksibel
Ada masukan lain?
Add comment Mei 22, 2008
indikasi anak autis2
Hubungan dengan orang
· Tidak responsif
· Tidak ada senyum sosial
· Tidak berkomunikasi dengan mata
· Kontak mata terbatas
· Tampak asyik bila dibiarkan sendirian
· Tidak melakukan permainan giliran
· Menggunakan tangan orang dewasa sebagai alat untuk melakukan sesuatu
Ada yang mau menambahkan?
Add comment Mei 22, 2008
indikasi anak autis
Bahasa dan Komunikasi
- Ekspresi Wajah datar
- Tidak menggunakan bahasa atau isyarat tubuh
- Jarang memulai komunikasi
- Tidak meniru aksi dan suara
- Bicara sedikit atau tidak ada
- Mengulangi atau membeo kata-kata, kalimat secara berulang-ulang
Teman2 punya informasi lain berkenaan dengan indikasi autis berdasarkan bahasa dan komunikasi?
Add comment Mei 19, 2008
KAMPANYE PEDULI AUTISME 2008
Perkembangan autis di dunia bukan merupakan hal yang tabu dibicarakan. PBB sudah mengeluarkan resolusinya tentang autis ini.
Membaca pesan yang disampaikan Yayasan Autisma Indonesia, saya mengajak kepada rekan2 semua untuk ikut andil dalam mengkampanyekan autis karena autis bukan kutukan.
Sikahkan bagi teman-teman yang ingin mengkampanyekannya dalam bentuk stiker, pin ataukah materi yang lainnya tanpa merubah isi dan desain tanpa ijin dari Yayasan Autisma Indonesia.
Silahkan klik kanan gambar ini lalu save image as (fire fox) atau save picture as (internet explorer) atau copy paste untuk bannernya
silahkan kopi paste di blog anda
3 comments April 29, 2008

