indikasi anak autis4
Mei 22, 2008
Respon terhadap rangsangan
· Panik terhadap suara-suara tertentu
· Sangat sensitif terhadap suara
· Bermain dengan cahaya dan pantulan
· Memainkan jari-jari di depan mata
· Menarik diri ketika disentuh
· Sangat tidak suka dengan pakaian, makanan, atau hal-hal tertentu
· Tertarik pada pola, tekstur, atau bau tertentu
· Sangat inaktif atau hiperaktif
· Mungkin suka memutar-mutar sesuatu, bermain berputar-putar, membentur-benturkan kepala, atau menggigit pergelangan
· Melompat-lompat atau mengepak-ngepakan tangan
· Tahan atau berespon aneh terhadap nyeri
Entry Filed under: Uncategorized. .
3 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
evi | Juli 29, 2008 at 2:28 am
saya mau tanya usia berapa anak kelihatan ada kelainan antara lain autis ini?
kira-kira pencegahan sedini mungkin itu apakah langsung ke terapis?
2.
estupitarto | Juli 31, 2008 at 7:51 am
Evi, sekali lagi saya bukan ahli autis. Namun sejauh pengamatan saya terhadap dunia autis, umur anak autis ini tidak bisa dipastikan umur berapa. Biasanya yang rentan terjadi manakala sejak usia dini. Satu hal yang penting bagi kita adalah mengetahui indikasi dan gejala autis pada anak sehingga penanganannya lebih cepat.
3.
kunyit | Desember 16, 2008 at 7:31 am
Anak saya berumur 4 tahun laki2 ,penderita autis ringan.kenapa saya katakan ringan,karena ciri2nya tidak ada satupun yang tertera dalam indikasi anak autis,namun dia autis. dan sekarang dia dalam bimbingan sekolah penyandang autis.penderita autis seperti anak saya yang mungkin harus di waspadai,karena sering orang tua merasa tenang dan menganggap kalau si anak hanya terlambat perkembangannya.anak saya ketika bayi bisa berguling merangkak,berjalan sesuai urutan namun agak terlambat dibandingkan anak normal.dan dia sangat tenang,walaupun dia bisa berjalan namun dia tidak suka melakukan itu,dia lebih senang tiduran terlentang dan itu bisa berjam2 dilakukannya.hanya saja anak saya tidak tahu cara melompat ,walaupun gerakan badannya menunjukan kalau dia ingin melompat.dan ketika berlari dia tidak tahu cara mengimbangi gerakan tangannya sehingga ketika berlari terlihat seperti robot .setiap hari saya ajak dia bermain lompat ,saya minta dia untuk perhatikan kaki saya ,saya ajak dia melompat dengan suasana yang gembira,memakan waktu sekitar 1 bulan untuk bisa membuatnya melompat.sekarang dia sudah bisa berlari dan melompat walau tidak secepat anak normal seumurannya ,tapi sudah baguslah untuk saya.sekarang saya sedang mengolah bahasanya,karena pengucapannya tidak jelas sehingga kadang sulit untuk mengerti apa yang dikatakannya.dan saya juga memancing imajinasinya dalam percakapan,semisal”wah hari ini hujan lagi..kalau hujan ini berubah jadi es enak bener yah dik! kita taruh di gelas tinggal kita tambah sirup deh..!”.saya selalu ajak dia bercakap2,walau pertamanya dia kadang mengurungkan niatnya berbicara,ketika saya tanyakan lagi apa maksud ucapannya yang tidak terdengar jelas.sekarang dia sudah bisa menyatakan keinginannya,dan kadang ingin dilibatkan dalam percakapan keluarga.hanya saya beruntung ada kakaknya yang berbeda 3 tahun yang sangat membantu perkembangan diri anak ke 2 saya ,bila tidak keadaannya mungkin tidak akan semudah ini.pengalaman saya mungkin bermanfaat,untuk orang tua penderita autis jangan patah semangat, karena kasih sayang orang tuanya sangat mereka butuhkan.