Gangguan SEnsor Motorik, Autiskah?
Agustus 21, 2008
Tahun ini saya mempunyai murid bernama Rafi. Ia pindahan dari Jakarta. Sepintas anak ini secara fisik normal. Pun dengan IQ-nya. Sejauh pengamatan saya, anak ini mengalami hambatan menulis. Bukan berarti ia tidak bisa menulis, namun untuk ukuran usia anak kelas 3 tulisannya tak jelas terbaca.(maaf, belum bisa saya tampilkan tulisannya). Saya konfirmasi hal tersebut dengan orangtuanya. Melalui konsultasi tersebut dapat saya ketahui bahwa anak ini mengalami gangguan sensor motorik pada otak. Ia ingin menulis huruf A namun tangan tak kuasa menuliskannya. Ibarat mesin lama panasnya. Ada ketidaksinkronan antara otak dengan saraf motorik. Saya bertanya-tanya, apakah ini termasuk gejala anak autis?
Selain itu kadang emosinya meledak begitu saja. Sering ia berteriak-teriak lantang ketika berbicara,padahal kata tersebut bisa diucapkan dengan normal untuk anak seusianya. Saya bertanya, apakah ini efek dari gangguan sensor motorikanak. Analisa awal saya hanyalah jika satu saraf terkena gangguan maka akan berpengaruh kepada saraf yang lainnya. Dasar pemikiran saya tersebut adalah bahwasanya otak / saraf merupakan sebauh jaringan yang saling berhubungan. Jaringan ini saling berkorelasi satu sama lainnya. Adakah ini merupakan gejala autis?
Entry Filed under: Uncategorized. .
3 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
attin | Oktober 6, 2008 at 2:56 am
memang tidak akan habis jika membahas tentang autis karena tiap ank atau orang yang ber autisme akan memiliki karakter sendiri2 yg berbeda dgn yg lainnya
2.
sari | April 28, 2009 at 4:38 am
maaf, bukan kah itu dyslexia?? soalnya saya pernah di jelasin ma dosen psikologi saya
3.
Tatie | November 12, 2009 at 8:55 am
Pada anakku usia 4 th kenapa belum bisa bicara ya?