Terapi Psikologi Tak Hilangkan Autisme Juli 28, 2010
Posted by estu pitarto in Artikel.trackback
tulisan ini saya kemukakan berdasarkan artikel yang dimuat dalam harian Suara Merdeka Rabu, 25 Juni 2008 Rubrik Pendidikan. Dra. Yang Roswita MSi, dosen psikologi UNIKA Soegijopranata Semarang mengungkapkan bahwa terapi pada autis menjadi salahsatu penanganan yang bersifat individual. Namun, ternyata tak mampu menghilangkan autisme. ” Hanya mengurangi gejala saja, sehingga perilaku anak menjadi lebih baik”, lanjutnya.
Terapi ini tak dilakukan secara asal-asalan tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan problem anak. Bisa berupa terapi wicara, okupasi atau interaksi sosial. Emosi anak autis biasanya labil tetapi bukan berarti tidak bisa dikendalikan. Untuk menekan hiperaktif yang terjadi bisa dilakukan dengan menjaga pola makan. Sebisa mungkin menghindari asupan gula. Gula hanya memicu anak lebih aktif sehingga mereka sulit dikendalikan.
Utamakan Kesepakatan
Faktor lain penentu keberhasilan penanganan adalah kesepakatan mengenai peraturan yang hendak diberlakukan. Paling tidak di lingkungan keluarga. Anak tak jadi bingung oleh perintah atau larangan yang bertolak belakang. Tentu saja dalam hal ini kerjasama antara Ayah dan Ibu mutlak diperlukan, artinya jangan sampai Ayah melarang tetapi Ibu mengijinkan. Butuh kesabaran tingkat tinggi dalam menangani sang anak.
Dalam artikel tersebut terungkap pula rahasia Ardi Wijayanto dalam mengasuh sang anak yang mengidap autisme,”Bukan pekerjaan mudah. Bahkan untuk membiasakan anak melakukan pekerjaan sederhana pun perlu usaha cukup keras. Kita harus sabar mengulang perintah. Lambat laun mereka akan mengerti”. Walaupun demikian anak autis bukanlah beban, memiliki anak autis bukan kutukan karena mereka adalah individu spesial yang membutuhkan penanganan spesial.
salam kenal….. artikelnya menarik.. kunjungi blog saya juga ya mungkin bisa menambah wawasan
terapi autis dengan cara terapi lumba ya emang mahal sih tapi baut anak sih gak masalah yg penting anak ya sih sembuh tolatal kai ya sih dukungan keluraga sangat penting kali ya dengan juga dukungan orang tua sangat penting kali ya arti tikel ya penting kali ya
salam kenal…..secara umum kami setuju dengan artikel anda…thanks sudah diingatkan kembali