jump to navigation

SAY NO TO AUTIS CHILD Maret 17, 2008

Posted by estu pitarto in Artikel.
trackback

Bulan ini di sekolah kami sedang menerima pendaftaran siswa baru. Pagi itu saya kaget bukan kepalang. Salah seorang teman mendamprat saya. Masalahnya ada siswa baru tersebut yang menderita autis. Calon walimurid tersebut mengatakan bahwa menurut informasi yang dia dengar sekolah kami menerima anak autis. Saya dipersalahkan dengan alasan karena saya sering nulis artikel tentang anak autis. Sontak informasi tersebut membuat ketua panitia penerimaan siswa baru menolak dengan tegas.TIDAK. Jangan sampai kita kecolongan menerima anak autis lagi. Cukup Deni saja (sekarang sudah pindah). Guru aka repot menanganinya.

Jawaban tersebut jujur membuat hati saya sakit. saya yang selama ini mendengungkan anak autis dapat masuk ke sekolah umum, kenyataannya teman sejawat sendiri tidak mau menerima anak autis. Saya hanya berpositif thinking saja. barangkali mereka berucap seperti itu karena mereka belum tahu penanganan anak autis. Barangkali pula saya kurang sosialisasi artikel tentang penanganan anak autis kepada teman-teman.

Saya hanya berdoa semoga teman-teman disadarkan akan kekeliruannya.

Komentar»

1. Emanuel Setio Dewo - Juni 29, 2008

Memberikan kesadaran & pemahaman akan autisme memang berat, tetapi harus tetap dilakukan. Mungkin kelak semakin banyak sekolah yang mau menerima anak autis.

GBU


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: