jump to navigation

Autisnya sudah 17 tahun Juli 31, 2008

Posted by estu pitarto in Artikel.
trackback

Tulisan ini aku sampaikan dengan harapan dapat menjadi jawaban atas komentar Evi….

Menangani anak autis alangkah lebih baik lagi jika dilakukan sedini mungkin. Pengalaman dari teman yang mengajar di sekolah autis, dari beberapa anak autis yang ia tangani yang paling besar berusia 17 tahun. Usia 16 tahun saat masuk. Dibandingkan dengan anak usia 3 tahun, ia merasa kesulitan menangani anak yang berusia 17 tahun ini.

Bagaimana tidak, salah satu ciri anak autis ini adalah peka terhadap klingkungannya. Apa yang ia lihat, dengar maka ia lakukan tanpa ada filter didalam memutuskan perilakunya itu. Faktor luar ini menjadi sebuah konsep bertindak dan akan ia pertahankan kebenaran konsep ini. Jika konsep yang ia terima tersebut benar dan sesuai norma bukan suatu masalah. Namun ketika konsep yang ia terima tersebut melenceng jauh dari kebenaran, sungguh sulit untuk dihilangkan.Inilah yang menyebabkan kesulitan merubah perilaku anak tersebut. oleh karena itu menangani anak autis jangan ditunda-tunda. Semoga bermanfaat

Komentar»

1. 4lifetransferfactorindonesia - Agustus 12, 2008

Manfaat 4Life® Transfer Factor™ Tri-Factor Advance untuk anak Autis.

1. Transfer Factor adalah alami, aman , tidak menimbulkan efek samping, dan mudah dikonsumsi oleh anak-anak.
2. Anak-anak mendapatkan manfaat yang luar biasa dari transfer factor di dalam kehidupan mereka.
3. Transfer Factor menghemat jutaan rupiah dalam biaya pengobatan, Transfer Factor membantu mencegah infeksi berulang seperti flu,amandel dan infeksi telinga.
4. Transfer Factor mencegah penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak perlu dengan cara meningkatkan kekebalan dan sistem pertahanan tubuh anak-anak
5 Transfer Factor terbukti aman diberikan untuk anak-anak mulai berumur 1 hari.
6. Transfer Factor dapat meningkatkan IQ pada anak-anak .
7. Transfer Factor sudah dibuktikan secara sains selama lebih 50 tahun,dan menghasilkan lebih dari 3500 laporan uji klinis oleh para ilmuwan lebih dari 60 negara.
8. Transfer Factor sangat dibutuhkan oleh anak-anak mengingat begitu tingginya tingkat stress yang didapatkan anak disekolah, sehingga dapat melemahkan system kekebalan tubuh,yang berakibat mudahnya anak2 terkena penyakit.

Mengapa Anak-Anak Membutuhkan Transfer Factor?

– Anak-anak memiliki system imun yang masih lemah dan mudah terserang infeksi yang di dapat dari kehidupan sehari-hari dan juga dari sekolah.

– Anak-anak bayak sekali mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar gula yang tinggi,dan memiliki asupan yang rendah terhadap nutrisi yang penting untuk meningkatkan system kekebalan tubuh.

– Anak-anak mendapatkan infeksi dari lingkungan rumah dan sekolah.

– Infeksi telinga yang meningkat membuat penggunaan antibiotic dosis tinggi meningkat pada anak-anak.

– Penggunaan antibiotic yang berlebihan pada anak-anak menyebabkan system imun tidak bekerja optimal,dan membuat tingkat resistensi bakteri terhadap antibiotic meningkat.

– Transfer Factor adalah alami, aman , tidak menimbulkan efek samping, dan mudah dikonsumsi oleh anak-anak.

– Anak-anak mendapatkan manfaat yang luar biasa dari transfer factor di dalam kehidupan mereka.

– Transfer Factor menghemat jutaan rupiah dalam biaya pengobatanTransfer Factor membantu mencegah infeksi berulang seperti flu,amandel dan infeksi telinga.

– Transfer Factor mencegah penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak perlu dengan cara meningkatkan kekebalan dan sistem pertahanan tubuh anak-anak.

– Transfer Factor terbukti aman diberikan untuk anak-anak mulai berumur 1 hari.

– Transfer Factor dapat meningkatkan IQ pada anak-anak .

– Transfer Factor sudah dibuktikan secara sains selama lebih 50 tahun,dan menghasilkan lebih dari 3500 laporan uji klinis oleh para ilmuwan lebih dari 60 negara.

– Transfer Factor sangat dibutuhkan oleh anak-anak mengingat begitu tingginya tingkat stress yang didapatkan anak disekolah,sehingga dapat melemahkan system kekebalan tubuh,yang berakibat mudahnya anak2 terkena penyakit.

PERAWATAN

Dr.David Markowitz, seorang dokter spesialis anak melakukan penelitian selama 12 bulan terhadap transfer factor menemukan dari 88 anak yang mengkonsumsi transfer factor 2 cap per hari selama 8 bulan, didapatkan 74% penurunan jumlah penderita penyakit,dan 84% penurunan dalam penggunaan antibiotic pada anak-anak yang sakit.yang terpenting bahwa tidak ditemukan adanya efek samping pada anak-anak, Dr. David mengindikasikan terjadi penghematan lebih US$25.000 oleh group yang mengkonsumsi transfer factor dalam hal perawatan rumah-sakit, kunjungan dokter dan biaya pengobatan.

Untuk lebih detailnya:

1.http://www.slideshare.net/ryan4life/perawatan-anak-autis-dengan-transfer-factor/

2.http://www.4lifeindonesia.co.nr

Ryan & Kenny
0818.07183888 – 021.94675666

2. estupitarto - Agustus 21, 2008

Terimakasih, ini informasi yang bermanfaat. Ayo…siapa yang mau?

3. NurulLuvYooChun - Desember 27, 2008

Saya juga punya seorang teman berusia 17 tahun dia memiliki gejala anak autis tetapi sikap dan perilakunya seolah seperti anak normal.

Namun.beberapa waktu lalu dia seniri yang mengatakan bahwa dirinya dulu penderita autis.Dan dia bicara dengan sikap yang normal.

Tapi ,belakangan ini teman saya itu mendapat tekanan dari keluarganya sendiri…. apakah tekanan yang didapat akan menyebabkan autis itu datang lagi???

apakah setelah sembuh autis itu bisa muncul dengan sendirinya
???

Dia memiliki tempramen yang buruk…berbicara keras seolah itu biasa saja baginya.Selalu marah tanpa sebab,selalu bersikap manja,memiliki ketergantungan pada satu orang.Apakah itu adalah gejala autis ???

Mohon di jawab yah???

Thanks …

4. Manti - Februari 17, 2010

Hai Nurul,

tidak bisa dikatakan bahwa autis itu dapat sembuh tetapi ciri negatif dapat diminimalkan dan fungsi2 lainnya dapat dimaksimalkan seperti kesadaran lingkungan, kontak mata, dll. seperti orang normal, tekanan dapat membuat seseorang stres. tekanan tersebut mungkin aja jadi membuat emosi teman Anda kurang stabil / misalnya karena panik sehingga ciri2 yang sudah diminimalkan menjadi “ada” lagi.

perilaku buruk, manja, belum tentu autis. toh banyak orang normal juga demikian yang lebih banyak disebabkan oleh faktor lingkungan / keluarga.

Ada satu terapi yg cukup baik untuk anak2 autis. namanya neurofeedback untuk memaksimalkan fungsi kerja otak. terapisnya / psikolognya langsung dari singapura. bila berminat silahkan hubungi manti di (021) 45850754 / manti@brainoptimax.com

5. Enigma - April 23, 2010

Saya seorang autis mgkin lbh tpatnya asperger syndrom saat ini saya brumur 20 th, sdang kuliah di stan, saya sangat tidak stju dg pndpt anda bhwa autis prlu d sembuhkn, sya autis dan sy bangga, autis bkan kcactan tp lbh pda perbdaan dlm pola pkir/bgmna otak org autis bkrja, apakh stiap prbdaan lantas d anggp suatu kcactan? Tntu tidak adil, kmi mgkn memlki ‘kekurangn’ tp kmi jga pny klbhan yg tdak dpnyai org2 ‘neurotypical’. Enstein, newton, edison dll adlh cnth bgmn org autis bs mnghslkn krya besarnya dg krakter2 autis yg dmlikinya, apkh mgkn mrka mmpu mnghslkn krya tsbt bila mrka tdk autis? Saya mnrima siappn yg mau brtukar pkran atau brdskusi ttg autisme ini

6. Enigma - April 23, 2010

Saya seorang autis mgkin lbh tpatnya asperger syndrom saat ini saya brumur 20 th, sdang kuliah di stan, saya sangat tidak stju dg pndpt anda bhwa autis prlu d sembuhkn, sya autis dan sy bangga, autis bkan kcactan tp lbh pda perbdaan dlm pola pkir/bgmna otak org autis bkrja, apakh stiap prbdaan lantas d anggp suatu kcactan? Tntu tidak adil, kmi mgkn memlki ‘kekurangn’ tp kmi jga pny klbhan yg tdak dpnyai org2 ‘neurotypical’. Enstein, newton, edison dll adlh cnth bgmn org autis bs mnghslkn krya besarnya dg krakter2 autis yg dmlikinya, apkh mgkn mrka mmpu mnghslkn krya tsbt bila mrka tdk autis? Saya mnrima siappn yg mau brtukar pkran atau brdskusi ttg autisme ini, bsa hub sya di de.new.age@gmail.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: