jump to navigation

Buku Kisah Nyata Autisma segera hadir April 4, 2010

Posted by estu pitarto in Artikel.
trackback

Sebetulnya buku tersebut belum launching. Sekadar bocoran saja akan terbit buku yang isinya base on true story, ttg kisah keseharian/perjalanan seorang ibu rumah tangga, yang nggak makan bangku sekolahan, (begitu istilah beliau menyebut dirinya) merawat dan membesarkan putranya yang menyandang Autisma.

Bagaimana menurut Anda?

Komentar»

1. lowongankerjadibali - April 14, 2010

info ya kalau sudah terbit : gunawanwicaksono2009@hotmail.com Terima kasih

2. guntur - Juni 4, 2010

bung saya lagi coba bwt blog Autism, karena saya mempunyai hub istimewa dengan autisme, saya berada di Magelang, sering dijumpai anak Autisme di sini, tapi yang jadi masalah adanya Autis ringan yang dimana orang tuanya menutup mata jika disekolahkan disekolah umum maka akan susah untuknya, jika diskolah khusus gengsi dong !!

blog amatiran yang pas2an http://www.tentangautis.com

estu pitarto - Juli 28, 2010

Saudara Guntur, saya bisa memahami perasaan orangtua seperti mereka. Saya pernah mendapatkan orangtua yang menyekolahkan anaknya yang “autis” di sekolah umum. Alhasil anak tak mampu secara optimal bersama-sama seiring sejalan dengan teman2nya. namun hal ini bisa diminimalisir jika orangtua dan sekolah bersama saling pengertian membangun kerjasama dg kondisi sang anak. Misalnya, sekolah mengijinkan Guru Shadow mendampingi selama di kelas, sedangkan guru shadow sendiri dipilih dari orangtua sang Anak. Lebih baik lagi bila ada sekolah inklusi, tetapi sedikit sekali sekolah yang menerapkan kurikulum inklusi ini. SALAM APATIS

3. adita rahman - Juni 22, 2010

Anak autis atau anak kebutuhan khusus (special needs children) adalah anak-anak yang dilahirkan secara istimewa dan berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Anak-anak ini diamanahkan pada orang tua-orang tua yang juga istimewa. Karena berbeda dengan anak kebanyakan, maka penanganan anak kebutuhan khusus memerlukan cara yang khusus pula. Berikut ada salah satu solusi menangani anak autis dengan SEFT (tehnik yang menggabungkan psychology dengan spiritualitas).. lebih lengkap di http://www.seft.co.id/abk.php

4. Dyan - Desember 12, 2010

saya adalah salah satu dari orangtua penyandang autis ringan,pada saat anak saya masuk sekolah TK Umum saya memang merasa anak saya pasti bisa karena saya pada saat itu sangat minim akan hal itu,awalnya saya stres melihat anak saya tidak bisa secara alamiah melihat hal-hal yang baru namun dengan ketekunan akhirnya anak saya bisa cepat membaca dan mengenal angka dengan cukup baik.Setelah selesaai pendidikan di TK lalu anakku (bernama Alan)masuk SD pada usia 7 tahun ,sebelum masuk sd umum Alan mengikuti tes masuk terlebih dulu,tesnya tertulis yaitu tes calistung dan hasilnya rata2 nilainya 8. Maka dari itu pula saya melanjutkan keinginan saya untuk memasukkan Alan ke sekolah umum tiada lain tujuan saya agar Alan bisa bersosialisasi dengan teman2nya yang berperilaku normal. Perjuangan saya tidak sampai disitu banyak sekali para orangtua murid yang mencibir tindakan saya kebanyakan dari mereka tidak suka bila anak2 nya dicampur dengan anak penyandang autis,saya sangat sedih rasanya hanya Tuhan saja yang mengerti kondisi anak saya,saya berharap suatu saat mereka akan mengerti maksud dan tujuan saya menyekolahkan Alan di sekolah umum.Bukan berarti saya gengsi atau malu yang pasti saya sangat terbuka terhadap orang banyak baik pada gurunya Alan ataupun kepada orangtua murid.Dan Alhamdulillah kini Alan sudah kelas 4 dan guru2nya sangat mendukung apa yang seharusnya anak saya dapatkan. Dan yang pasti saya merasa bersyukur Bahwa Tuhan memberikan amanah kepada saya untuk merawat titipannya yang sangat istimewa itu dan yang pasti saya tidak pernah merasa malu ataupun gengsi saya akan selalu menghadapi semuanya karena saya ingin Alan bisa menjadi anak pada umumnya ,jangan menganggap dia tidak normal saya akan berjuang untuk itu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: